Rabu, 31 Mei 2017

Biografi Pahlawan

Biografi Pahlawan Nasional
Kita akan membahas tentang sebuah biografi pahlawan nasional yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membela tanah air Indonesia ini. pada zaman penjajahan jepang dan belanda sudah banyak pahlawan yang membela agar rakyat Indonesia merdeka dan bebas dari penjajahan, akan tetapi banyak juga pahlawan yang gugur dalam membela Negara Indonesia ini. dan kali ini kita akan membahas tentang pahlawan dari papua yaitu Frans Kaisiepo.

Frans kaisiepo adalah pria kelahiran wardo, Biak, Papua pada 10 oktober 1921. Pahlawan nasional yang satu ini mempunyai jasa besar khususnya terhadap kehidupan masyarakat di papua, sebab ia pernah menyandang status sebagai gubernur papua ke 4. Ia jugalah yang berada di balik asal usul nama irian. Jasa lain yang masih diingat publik adalah keikutsertaannya dalam konferensi Malino di tahun 1946. Ia memang sejak lama ikut serta dalam gerakan kemerdekaan republik Indonesia.

Dia juga pernah ditangkap oleh belanda. Ia kemudian bersama beberapa rekan berinisiatif untuk menyatukan wilayah irian agar menjadi bagian dari Indonesia. Ia sangat anti dengan pemerintahan belanda saatitu, bahkan ia sempat meminta sang putra bernama markus kaisiepo untuk mengganti nama sekolah dari semula disebut Papua Bestuurschool menjadi Irian Bestuurschool.

Menurutnya, nama irian memiliki arti besar terutama kaitannya dengan semangat persatuan masyarakat agar tidak mudah untuk takluk di tangan belanda. Ia dan beberapa teman sangat antusias menjelang presiden meproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Ini buktinya dengan memperdengarkan lagu kebangsaan beberapa hari menjelang proklamasi, tepatnya pada 14 agustus 1945. Ia juga merupakan salah satu dari pahlawan TRIKORA. Ia berjasa di dalam pembentukan partai Indonesia merdeka pada 10 juli 1946.

Yang menjabat sebagai ketua saat itu adalah Lukas Rumkofen. Ia pun kemudian diutus untuk pergi menghadiri konferensi Malino 1946. Itu merupakan peristiwa penting dalam sejarah hidupnya sebab dalam konferensi tersebut, ia merupakan satu satunya perwakilan dar irian. Disana ia menyuarakan aspirasinya dan nama papua diganti menjadi irian hanya berselang 1 tahun.
Belanda mencoba melakukan penekanan sehingga perangpun pecah di Biak, Irian. Kaisiepo merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan tersebut. Sikap antinya terhadap belanda kembali ditunjukkan dengan menolak dipilih sebagai wakil belanda di konferensi meja bundar.

Atas sikap kerasnya itu, ia kemudian ditahan dalam periode yang cukup lama, mulai dari 1954-1961. Penahanan tersebut tidak menyurutkan semangatnya, bahkan ia kembali menemukan jati dirinya dengan menjadi pendiri partai politik irian pada 1971. Misi utama dari pembentukan partai tersebut adalah agar wilayah irian bisa bersatu dengan Indonesia. Frans kaisiepo menghembuskan nafas terakhir pada 10 april 1979, kemudian raganya disemayamkan di taman makam pahlawan Cendrawasih di Biak.


Demikian biografi Frans Kaisiepo sosok pahlawan nasional Indonesia dari Papua. Frans yang terlibat dalam konferensi Malino tahun 1946 membicarakan pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Semoga kisah diatas dapat memberikan inspirasi kepada penerus bangsa Indonesia terkhususnya kepada masyarakat Papua atau sekarang Irian Jaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar