Biografi Pahlawan Nasional
Kita akan membahas
tentang sebuah biografi pahlawan nasional yang telah berjuang sampai titik
darah penghabisan untuk membela tanah air Indonesia ini. pada zaman penjajahan
jepang dan belanda sudah banyak pahlawan yang membela agar rakyat Indonesia
merdeka dan bebas dari penjajahan, akan tetapi banyak juga pahlawan yang gugur
dalam membela Negara Indonesia ini. dan kali ini kita akan membahas tentang
pahlawan dari papua yaitu Frans Kaisiepo.
Frans kaisiepo adalah
pria kelahiran wardo, Biak, Papua pada 10 oktober 1921. Pahlawan nasional yang
satu ini mempunyai jasa besar khususnya terhadap kehidupan masyarakat di papua,
sebab ia pernah menyandang status sebagai gubernur papua ke 4. Ia jugalah yang
berada di balik asal usul nama irian. Jasa lain yang masih diingat publik
adalah keikutsertaannya dalam konferensi Malino di tahun 1946. Ia memang sejak
lama ikut serta dalam gerakan kemerdekaan republik Indonesia.
Dia juga pernah
ditangkap oleh belanda. Ia kemudian bersama beberapa rekan berinisiatif untuk
menyatukan wilayah irian agar menjadi bagian dari Indonesia. Ia sangat anti
dengan pemerintahan belanda saatitu, bahkan ia sempat meminta sang putra
bernama markus kaisiepo untuk mengganti nama sekolah dari semula disebut Papua
Bestuurschool menjadi Irian Bestuurschool.
Menurutnya, nama irian
memiliki arti besar terutama kaitannya dengan semangat persatuan masyarakat
agar tidak mudah untuk takluk di tangan belanda. Ia dan beberapa teman sangat
antusias menjelang presiden meproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Ini buktinya
dengan memperdengarkan lagu kebangsaan beberapa hari menjelang proklamasi,
tepatnya pada 14 agustus 1945. Ia juga merupakan salah satu dari pahlawan
TRIKORA. Ia berjasa di dalam pembentukan partai Indonesia merdeka pada 10 juli
1946.
Yang menjabat sebagai
ketua saat itu adalah Lukas Rumkofen. Ia pun kemudian diutus untuk pergi
menghadiri konferensi Malino 1946. Itu merupakan peristiwa penting dalam
sejarah hidupnya sebab dalam konferensi tersebut, ia merupakan satu satunya perwakilan
dar irian. Disana ia menyuarakan aspirasinya dan nama papua diganti menjadi
irian hanya berselang 1 tahun.
Belanda mencoba
melakukan penekanan sehingga perangpun pecah di Biak, Irian. Kaisiepo merupakan
salah satu tokoh penting dalam pergerakan tersebut. Sikap antinya terhadap
belanda kembali ditunjukkan dengan menolak dipilih sebagai wakil belanda di
konferensi meja bundar.
Atas sikap kerasnya
itu, ia kemudian ditahan dalam periode yang cukup lama, mulai dari 1954-1961.
Penahanan tersebut tidak menyurutkan semangatnya, bahkan ia kembali menemukan
jati dirinya dengan menjadi pendiri partai politik irian pada 1971. Misi utama
dari pembentukan partai tersebut adalah agar wilayah irian bisa bersatu dengan
Indonesia. Frans kaisiepo menghembuskan nafas terakhir pada 10 april 1979,
kemudian raganya disemayamkan di taman makam pahlawan Cendrawasih di Biak.
Demikian biografi Frans
Kaisiepo sosok pahlawan nasional Indonesia dari Papua. Frans yang terlibat
dalam konferensi Malino tahun 1946 membicarakan pembentukan Republik Indonesia
Serikat sebagai wakil dari Papua. Semoga kisah diatas dapat memberikan
inspirasi kepada penerus bangsa Indonesia terkhususnya kepada masyarakat Papua
atau sekarang Irian Jaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar